...Dream and Action...

...dream and action...

Kamis, 30 Desember 2010

Cerita akhir Tahun

26122010
Hari minggu yang seharusnya ku nikmati, bersenang-senang bersama teman-teman, berubah menjadi hari yang penuh kemalangan. Tapi seperti itulah yang ku rasakan. Di hari saya mentraktir teman-teman karena dapat gaji pertama. Di saat smua orang bersuka cita menanti pertandingan leg pertama final piala AFF antara Indonesia dan Malaysia, saya justru dirundung duka karena kehilangan handphone (ya elah... Kirain kenapa?). Sumpah! walau saya terlihat agak santai saat tahu my magic black (bukan Madi ya :D) sudah tidak bernyawa alias sudah tidak aktif saat dihubungi, tapi sejujurnya dalam hati ada perasaan tidak ikhlas, merasa sangat bersalah, sedih, dan yang pasti lemes. My magic black adalah pemberian dari bapak (perasaan semua hp yang saya pake memang dari bapak?) tapi yang satu ini tepatnya diminta paksa. Pinjam dan keterusan pake. Selanjutnya bapak pakai hp yang dia suruh beli di MTC seharga 250.000 sebagai gantinya. Kalau tadinya dia bisa browsing, main Fb, twitter, googling, baca berita, liat google map, dengan henpon barunya bapak cuma bisa main game (adaji juga senternya gang..) Seharian bapak bisa betah main game diamond dan kadang saling adu level sama adek ku. Bapak memang selalu mengalah demi anak-anaknya :'(
Tapi tidak lama bapak dapat BB pemberian dari kakakku Nanda.

Hilangnya mmb sebenarnya diakibatkan karena kelalaianku sendiri. Saat sedang jalan-jalan di toko buku kharisma MP, saat asyik melihat-lihat dan memegang pernak-pernik yang ada saya meletakkan mmb begitu saja. Setelah melihat-lihat saya lupa mengambilnya, dan keluar dengan santai bersama teman-teman menuju ke salah tempat makan untuk makan. Ya iya buat makan masa dugem?

Suapan pertama saat makan, tiba-tiba teman mau pinjan mmb untuk lihat foto-foto. Saya langsung mencarinya di kantung tas depan. Melihatnya tidak ada dalam tas refleks saya berteriak "di kharisma... Tidaaak... Hpku saya lupa di sana..."
Temanku segera lari kembali menuju toko buku itu. Karena kebetulan dia sedang tidak makan hanya minum. Saya menyusul. Setelah bertanya, menceritakan kronologisnya pada pegawai toko, mencoba menghubungi, dipastikan dia sudah raib bersama entah siapa. Teman mencurigai seorang pengunjung yang juga berada di dekat lokasi saya menelantarkan mmb. Sebelum keluar dari toko buku tidak lupa saya menitipkan nama dan nomor yang bisa dihubungi jika mereka punya informasi atau ada pegawai lain yang menemukan. Hemm... Semoga saja.

Berjalan sepanjang Mp saya berharap mmb punya nasib serupa dengan laptopku yang juga pernah raib dicuri orang tapi untungnya dapat kembali. Saya juga berharap bertemu orang yang dicurigai temanku itu. Temanku mengingat ciri-cirinya. Tapi suasana mall waktu itu begitu ramai. Sangat... Ramai. Berjalan pun kadang harus senggol-senggolan, wc padat antrian. Semua tempat makan penuh. Ramai seramainya dikarenakan akhir pekan dan libur natal.
Huft... Saya jadi pesimis bisa menemukan orang itu. Saya mencoba ikhlas saja walau hati sakiit... :(

Untuk menenangkan hati dan pikiran kami sepakat duduk di food court. Tidak lama, saya kemudian memilih ke gramedia sendirian. Dengan langkah gontai saya menuju gramedia. Setiap langkah yang teringat hanya mmb. Huaa... Di mana dirimu? Dapat dipastikan saya bakal merasa sangat kesepian tanpa dirimu. Melalui dirimu, saya bisa berhubungan dengan ratusan teman, melihat dunia luar, menghubungkan dengan para idola, menuliskan uneg-uneg di blog, semuanya bisa ku lakukan karena bantuanmu. Pliiss... Sayangku come back to me again! Serasa kehilangan separuh jiwa.

Di gramedia saya hanya menuju tempat buku-buku baru dan best seller dalam keadaan pikiran tidak begitu fokus dan konsentrasi berpindah-pindah scene. Tidak sampai 20 menit saya keluar membawa satu kantong plastik berisi 3 buah buku.

Buku yang ku pilih tersebut ku rasa akan cukup menghibur diriku sesampai di rumah. Buku-buku yang tidak begitu berat dibaca. Malah salah satu buku yang ku beli bergenre humor bergaya ala Hilman dan Boim. Penulisnya orang kendari namanya saja Arham_kendari. Judulnya Dumba-dumba Gleter. Novel cerita klasik dari Jepang berjudul Botchan, ada juga Novel Here after! Hihih... Sedikit malu mengungkapkan kalau saya baru memiliki bukunya. Tapi..tapi.. Maheer jangan salah, saya sudah membacanya. Hanya saja waktu itu novelnya bukan kepunyaanku, melainkan punya teman kakakku namanya Isma. Maheer kenal Isma? :p #norak


Maheer.. I think your work is very interesting. Meskipun saya sudah melupakan seperti apa rasanya dibuat galau, hancur atau bahkan pesimis dengan cinta, karena seseorang telah membuatku lupa akan semua rasa itu :D Seorang yang membuatku tidak berpikir untuk mencari laki-laki lain atau mencoba berpetualang asmara (balik lagi, dasarnya saya memang tipe cewek setia :DD' )
Kakakku malah pernah menyindirku karena pacaran lama. Dia menyarankan aku supaya mengenal lebih banyak laki-laki dan mencoba dengan yang lain. Kedengaran konyol. Saya yang lebih tau apa yang saya mau. Dan yang ku inginkan, ada pada dirinya. Walau tidak mungkin semua selalu seperti apa yang ku inginkan. Tapi karena dalam hubungan kita saling belajar. Terus belajar mempelajari karakter masing-masing, mengkomunikasikannya, dan karena selalu ada maaf. Intinya kami sama-sama sepakat hubungan yang kami bina adalah untuk selamanya.
"here after!" seperti mengingatkan ku bahwa ada orang-orang yang hidup dalam keraguan akan adanya cinta. Sehingga saya berterima kasih. Membacanya membuatku malah semakin yakin bahwa cinta itu ada. Cinta ada dalam hati orang-orang yang berani. Saya semakin ingin menjaga hubungan yang telah lama kami bangun. Tapi jika suatu saat bangunan kasih kami runtuh, saya bisa berpikir bahwa saya tak sendiri. Dan jika berani, akan selalu ada cinta yang baru. Hihih...

"...there's still life after a love ends" hal. 71
***

Tidak ada komentar: