Rumah-rumah di belakang kami adalah rumah adat Tana Toraja Tongkonan) dan rumah tempat penyimpanan hasil panen. Beberapa sudah tidak digunakan lagi, tapi ada juga yang mash dipakai warga setempat.
Berjalan ke belakang dari tempat rumah lumbug padi, ada tebing tempat menyimpan peti-peti mati berisi mayat. karena sudah bertahun-tahun, peti mati kini berisi tengkorak-tengkorak manusia. Peti mati terbuat dari kayu yang sudah termakan usia, jadi lapuk. Banyak yang berjatuhan dari atas bukit. Konon jika ingin dikembalikan kembali ke atas bukit butuh biaya besar karena harus melewati serangkaian ritual.
Lanjut.. ke Goa Londa
Di Toraja, kami hanya sempat mengunjungi dua tempat paling terkenal di Rante Pao yaitu di Kete' Ke'su dan Londa. Setidaknya kami senang sudah bisa berkunjung ke Tana Toraja, kapan lagi? Sama keluarga dari Medan lagi. Yang paling menyenangkan karena saya cuma mengeluarkan duit buat beli ole-ole. Selebihnya, akomodasi angkutan, penginapan, makanan, ditanggung Bou *nyengirkuda duhhh big big thanks full deh Bou :D luv ya ^ ^
Balik ke Kota Makassar sekitar 12 km ke arah selatan ada kab. Gowa. Ada Kompleks Balla Lompoa, kompleks bekas istana kerajaan Gowa yang baru kali ini saya kunjungi. heheheh..
itu Bou Yenk yang sangat pede berfoto di bawah papan nama Museum Balla Lompoa, xixiix
Balik ke Kota Makassar sekitar 12 km ke arah selatan ada kab. Gowa. Ada Kompleks Balla Lompoa, kompleks bekas istana kerajaan Gowa yang baru kali ini saya kunjungi. heheheh..
itu Bou Yenk yang sangat pede berfoto di bawah papan nama Museum Balla Lompoa, xixiix

Tidak ada komentar:
Posting Komentar