_Penggalan kisah_ "maaf cerita saya kepotong-potong tapi tetap ingin mengisahkan."
Malam tanggal 18 Oktober 2011, sekitar jam delapan malam diumumkanlah desa tempat kami akan mengabdi nanti. Kita semua berkumpul dalam kelas mendengarkan nama-nama kami disebut satu persatu. Ada perasaan sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang sudah seminggu bersama dan satu kamar. hiks.. Terutama teman-teman dari sulsel. Saya sekamar dengan empat perempuan yang semuanya berasal dari kabupaten yang sama di Sulsel yaitu Kabupaten Takalar. Ahahahah ini suatu kebetulan yang ajaib. Mereka sendiripun heran.
Saya perkenalkan mereka dulu. Ada Hasniati alias Daeng Te'ne (manis), Jumasiah a.k.a Daeng Asih (pengasih), Hasrianti atau Daeng Memang (benar), dan ada Ernawati yang biasa dipanggil Daeng Rela (berkobar). Oh iya, setelah sehari satu kamar dengan mereka saya dapat nama baru. Saya dianugerahi gelar Daeng atau istilah Makassarnya 'Pakdaengang' oleh mereka.
Pakdaengang adalah nama yang diberikan orang-orang suku Makassar pada anak-anaknya, kerabat atau orang dekat yang mengandung makna keakraban atau panggilan kesayangan terhadap seseorang. Nama yang diberikan biasanya disesuaikan dengan sifat, karakter atau fisik seseorang. Bisa juga sebagai harapan agar yang diberi nama, sifatnya bisa sama dengan namanya. Sehingga nama-nama pakdaengang adalah nama-nama yang baik. Namun ada juga yang menggandeng pakdeangang dari nama leluhurnya terdahulu. Dan saya diberi nama Daeng Kebo (putih) karena katanya kulit saya putih. Sebelumnya saya mau dikasih daeng gakgah (cantik) tapi itu terlalu bagus dan saya juga menolak :p maka disepakatilah gelar daengku adalah kebo. Thank you so much all of you :) I love this name ups my name hehheh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar