...Dream and Action...

...dream and action...

Sabtu, 06 November 2010

Rotterdam Ingin Tampil Muda :)

Sabtu 06 November kemarin, saya dan temanku Vidi menyempatkan berjalan-jalan sore, mengunjungi benteng termegah di kota Makassar yaitu Benteng Rotterdam. Saat masuk ke dalam, banyak bangunan yang tengah direhabilitasi utamanya bagian atap dan jendela. Keadaannya semrawut. Banyak bongkahan batu dan pasir bertebaran di beberapa tempat. Papan-papan kayu besar tergeletak menyimpang di badan jalan salah satu sudut benteng sehingga menghalangi jalan yang mengarah ke Bastion Ambonia. Hem... Jadi kurang nikmat rasanya kunjungan kali ini. Ditambah lagi banyak sekali sampah bekas makanan dan minuman ringan serta bungkusan dan puntung rokok berserakan di mana-mana. Padahal biasanya tidak sejorok ini. Menambah ketidakiandahan pemandangan. Mungkin karena dalam masa perbaikan, sehingga pekarangannya kurang terurus.


Lihat di bawah kaki kami banyak sampah. Gedung di belakang kami sedang tak beratap.

Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam ingin tampil sedikit muda dari usianya ternyata, tp bukan bentengnya melainkan bangunan dalam benteng. Seperti manusia pada umumnya yang senang merawat tubuh dan wajah agar tampak cantik atau tampan dan lebih dari itu, ada passion jika bisa tampil awet muda (buat yang sudah tidak muda lagi dari segi usia).

Benteng peninggalan Zaman Belanda ini merupakan benteng hasil perebutan dari kerajaan Gowa pada tahun 1660-an. Awalnya, Benteng ini bernama Benteng Ujung Pandang didirikan raja Gowa X pada tahun 1554, bangunannya terbuat dari tanah liat yang dibakar dan dikeringkan. Namun oleh raja Gowa XIV dipugar dan bangunannya diganti batu padas. Tapi sejak diambil alih Belanda pada tahun 1667 melalui perjanjian Bongaya benteng dipugar disesuaikan gaya bangunan Belanda dan namanya diubah menjadi Fort Rotterdam oleh gubernur VOC Cornelis Speelman terinspirasi dari nama tempat kelahirannya di Negeri Belanda (wisatamakassar.com). Sampai saat kembali menjadi bagian Bangsa Indonenesia dan dirawat oleh pemerintah Kota Makassar, Fort Rotterdam entah untuk yang keberapa kalinya dipercantik.

Hem.. Sepertinya bangunan dalam benteng yang merupakan satu kesatuan benteng, tak ingin terus-terusan tampak tua, lusuh dan terlihat lelah karena menyimpan banyak beban kisah sejak ratusan tahun silam. Ia juga tak ingin orang-orang menganggap suram sosoknya karena telah mengarungi beberapa abad. Maka mungkin demi kenyaman pengunjung, beberapa bagian bangunan yang tampak sudah rewot diperbaharui. Meski atap dan jendela diganti, dinding-dinding yang mulai rapuh dikokohkan kembali, semoga tak mengurangi nilai historis sang bangunan. Tapi saya pribadi agak-agak sedih sebenarnya, soalnya saya sangat senang melihat bangunan tua, semakin berumur dan tampak suram suatu bangunan, semakin jatuh hati saya terhadapnya ketika memandanginya.

Meski sedang dalam masa perbaikan, areal benteng tetap dibuka. Pengunjungnya tetap ramai apalagi saat akhir pekan. Benteng Rotterdam memang selalu berhasil jadi magnet wisata, menyedot pengunjung untuk sekedar berjalan-jalan, datang melihat-lihat ke dalam museum atau menjadi tempat bagi beberapa komunitas menggunakan salah satu bangunannya sebagai tempat pertemuan.

Manusia datang silih berganti menorehkan sejarahnya bersama sang kokoh yang dalam diam bermunajat, semoga ia akan terus dicintai.

Tidak ada komentar: