Hari ke dua bekerja di awal tahun. Ya tahun 2011. Takjub juga membayangkan angka 2011. Masih tak menyangka bahwa saya telah melewati tahun 2010. Tahun yang banyak memberikan babak awal kehidupan baru. Angin terlalu kencang menerbangkan segala ingatan yang ada. Meniup lembaran-lembaran angka hingga berganti dengan cepat. Sehingga rasanya memory 2010 melayang pergi begitu saja. Padahal di tahun itu, tidak sedikit pengalaman yang ku dapatkan. Ada pengalaman baru juga ada rutinitas baru, yaitu jadi wanita pekerja yang diupah.
Tapi juga ada mimpi yang terus terjaga.
***
Bekerja dan menjadi pekerja merupakan sesuatu yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Selama kondisi tubuh manusia memungkinkan melakukan aktivitas, maka selama itu pula manusia akan terus bekerja. Selalu ada tujuan dari bekerja. Menyapu lantai rumah adalah juga pekerjaan. Kita bekerja menyapu lantai rumah bertujuan agar rumah jadi bersih. Mendapat upah pun merupakan tujuan kita bekerja. Saya juga seperti itu. Saya bekerja agar saya dapat upah berupa uang.
Uang yang akan menghidupiku.
Tapi apakah hanya sebatas itu?
Ya. Rasanya seperti itu.
Adakah tujuan lain?
Sabar.. Sepertinya juga ada.
Apakah kamu rela bekerja tak diupah?
Hem... Rasanya tidak.
Mengapa? Oh aku tahu. Karena pekerjaan itu bukan yang kau suka? Bukan hobbymu?
Sepertinya. Coba deh kamu bayangkan bekerja di bidang yang kamu minati. Tak diupahpun rasanya kita tidak masalah. Kalaupun kita mendapatkan bayaran dari hasil kerja yang kita senangi itu bisa dianggap bonus. Tapi adakah yang tak butuh uang? Bagaimana dengan perut? Perutku dan perut anak-anak yang di trotoar itu?
Ah kamu jangan menjual nama mereka. Kamu memang butuh uang.
Ok. Suatu saat aku terbangun semua sudah seperti apa yang ku impikan.
Saya masih punya impian bekerja di bidang saya senangi.Tapi lingkungan betul-betul mempengaruhi kehidupan seseorang. Saya tidak dekat dengan lingkungan yang sejalan dengan apa yang ku impikan. Sehingga rasanya sulit membuatnya terwujud. Mereka tidak jauh sebenarnya. Mereka dekat. Tapi mengapa rasanya saya tak bisa masuk ke lingkungan tersebut? Ah...
Sebegitu hebatnyakah lingkungan membentuk kepribadian seseorang? Tapi bijakkah saya menyalahkan lingkungan?
Adakah sesuatu yang tak bergerak mempengaruhi yang bergerak? Bukankah yang menciptakan tipikal lingkungan adalah manusianya?
Tindakan paling pas mungkin adalah keluar dari lingkungan lama atau sebelumnya dan masuk ke lingkungan baru. Karena akan sangat susah mengubah kehidupan lingkungan yang sudah
ada, apalagi membuatnya 'steril' dari hal-hal yang tak mendukung tujuan satu orang.
But it sounds scary ...
Mencari dan pindah ke kehidupan baru!
Tapi seperti kata orang bijak "anda adalah produk dari lingkungan anda. Pilihlah lingkungan yang terbaik bagi pengembangan anda menuju tujuan-tujuan anda. Analisahlah hidup anda melalui lingkungan anda. Apakah hal-hal yang di sekitar anda membantu anda menuju sukses atau malah menahan anda?
"
Kita adalah produsen sekaligus hasil produksi lingkungan.
Memang butuh keberanian, bukan hanya omongan belaka. Just take action! Meskipun harus berdarah-darah dahulu agar bisa mewujudkan keinginan mulia. Yah.. Intinya hanya do it! (Not duit) Do it yourself! Gak ribet kan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar