Dia masih kecil. Senang bermain. Lompat sana lompat sini. Mendengar suara pintu berderit, ia lari sekencang mungkin, bagai ditiup angin, tubuhnya melayang dan terdampar di tempat yang ia inginkan. Lucu.. Dirimu sungguh menggemaskan. Suaramu lirih. Langkahmu lemah kali pertama engkau di bawa ke ruang hangat penuh benda-benda asing bagimu ini. Walau tertatih, semangat tetap terpancar, engkau belajar. Sampai akhirnya engkau tak asing lagi terhadap kenyamanan manusia. Mengenali bunyi derit penanda perut kecilmu akan terisi.
Kami akan meninggalkanmu. Padahal belum cukup lama kita bersama. Kami manusia mungkin sedih. Tapi engkau melakukan hal yang lebih dari hanya sekedar bersedih. Tindakanmu membuat kami manusia miris, meringis mengetahui engkau membusuk menyeberangi pulau, terombang-ambing di lautan tanpa udara bersama benda-benda aneh manusia.
Engkau hanya menyisakan aroma luka. Dan kami pedih, karena engkau tak ingin pisah.
[untukmu kucing kecil bernama Iput dan yang belum diberi nama. Tanpa sepengatahuan masuk ke dalam peti barang yang akan dikirim ke Makassar dari Palembang selama 2 minggu lebih. Menyakitkan...! Hikss..]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar