Sudah hampir setahun kami tak pernah lagi duduk di sudut romantis itu. 23 Ramadhan lalu kami berdua menyempatkan melihat-lihat sudut yang mengakrabkan saya dengan dia yang hanya intens berkenalan kurang dari satu bulan, sebelum akhirnya sepakat bersama. Waktu yang sangat singkat untuk kemudian memulai hubungan yang serius. hahhaha jujur saya serius! karena saya yakin diapun lebih serius. Dialah pria pertamaku. Di sinilah segala macam percakapan kami bahas. Sebagai dua orang yang baru berkenalan maka hadirlah beribu-ribu pertanyaan dari dia tentang saya, begitupun sebaliknya. tapi sebenarnya dia yang lebih banyak bertanya dan bercerita. Laki-laki yang doyan bicara, hahaha.. sedangkan saya perempuan dengan tipe pendengar. Untungnya saya suka mendengarkan. Salah satu kecocokan kami. Banyak hal kami perbincangkan, banyak pengetahuan baru yang ku ketahui darinya. tentang hidup, tentnag komunitas-komunitas yang tak pernah ku ketahui keberadaanya sebelumnya, tentang pergaulan, tentang agama, musik, pemikiran-pemikran yang sama sekali asing buatku, dan ada begitu banyak yang dia share padaku. Dia selalu bisa menjawab apa yang ku tanyakan (salah satu alasan saya menyukainya, walau kadang dia agak sok. Tapi saya tetap jatuh cinta padanya). Terima kasih Tuhan karena telah menganugerahkan ia padaku. Laki-laki yang setiap detik memujiku dan selalu jadi malaikat penolongku. Terima kasih juga sudut yang menyatukan kami. karena ini tentang sudut romantis.
Ini adalah view (sore hari) di hadapan kami jika sedang duduk di sudut.

dan ini. Tahu di mana? kami biasa memandangnya malam hari. Lampu-lampu dari alat-alat berat di seberang menyilaukan mata, tapi indah, berkedip-kedip di ketinggian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar