...Dream and Action...

...dream and action...

Senin, 09 Agustus 2010

Neng Icha #2


Sahabatku Indah liana lahir di Bandung Majalengka 24 tahun lalu pada tanggal 21 Juli. Masa SD dan SMPnya di Jakarta. Masuk Sma ia pindah ke Bone bersama orang tua dan 2 saudaranya.

Seperti yang sudah ku ceritakan seblumnya, dia sahabat terbaikku. Anaknya manja minta ampun, palsu*palla suruh2*, centil asli, cerewet dengan suara cempreng, terlalu supel. Saking supelnya suka ngajak kenalan orang asing duluan, mau cewek ataupun cowok, karena dia juga punya radar kePDan yang cukup tinggi. Hahahag sedangkan saya adalah kebalikan dari smua sifatnya.
Kadang saya suka jengkel dengan sikap manjanya. Ataupun merasa BT dengan alasan tak jelas dengan dia. Tapi sebaliknya dia tidak pernah bersikap sperti itu pada saya., dia akan selalu tersenyum padaku dan mengajakku bicara lebh dulu kalau saya lagi marah. Dia sangat periang, walau saya tau hidupnya berat. Kadang dia bisa menyembunyikan kesedihannya dan riang seperti biasa. Tapi tidak jarang dia menampilkan isi hatinya yang gundah, hidupnya yang sulit di depanku.
Mamanya meninggal sewaktu sma dan papanya menyusul mamanya sewaktu medio semester satu. Dia tidak berada di sisi dan saat terakhir papanya di dunia, karena saat itu semua mahasiswa baru peikanan sedang mengikuti 'bina akrab' di Bantaeng. Dia diberi kabar oleh seorang senior kalau Papanya meninggal di saat kami sudah sampai di makassar. Papanya memang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit wahidin. Saya sempat menemani icha sekali melihat papanya di rumah sakit.
Saya kasihan dengan kehidupannya, saya jg sudah kehilangan mama waktu smp, tp saya masih lebih beruntung karena masih punya bapak. Kehidupannya ditanggung oleh ibu tirinya yang baik. Sebenarnya mama ica adalah istri ke 3 kalau tidak salah. Istri yg pertama sudah meninggal. Sehingga icha punya banyak saudara tiri.

Entah kenapa teman satu angkatan dan prodi banyak yang kurang suka dengan icha. Teman cowok beberapa menganggap icha belagu karena kerap menggunakan kata 'elo gue'. ''haah, so what gitu? Dia kan emang besar di Jakarta, gak papa lah msh kepleset2 dikit lidahnya.'' yah jalan pemikiran orang beda-beda. Mereka bilang Monas pindah ke Makassar*wuih*
Teman-teman cewek lain lagi. Mereka tidak suka dengan sikap centil dan manjanya. Beberapa juga menilai icha bagai benalu dalam pertemanan kami. Mereka agak komplen karena hampir setiap makan di kantin kampus saya yang bayar. Baju yg ku pakai kadang dipakai icha juga. Ini yang membuat saya sedih, saya minta maaf cha karena diam saja saat ada yang menyampaikan ketidaksenangan mereka. Seharusnya saya mengatakan ''dia saudaraku jadi tidak apa-apa.''

Saya menyayangi icha, seperti menyayangi saudara kandungku, walau kadang dirimu membuatku BT kalau kamu mulai ngupil sembarangan. Hahahaaaa
Kalau saya lagi kelebihan rezeki, saya pasti akan mengajak icha berbelanja pakaian bersama. Saya ingat barang terakhir yang saya belikan tuk icha adalah sendal gunung. Berdua kami datang ke salah satu pusat perbelanjaan *MTC* mencari sandal gunung. L.o.l cha cha.. Kenapa dirimu mennyukai sandal gunung? *mikir*

Si Neng icha parasnya manis, sehingga tidak sedikit laki-laki yang suka padanya. Dari senior, teman satu angkatan, kenalan lintas fakultas atau kenalan di luar kampus. Ditambah sifatnya yang mudah akrab dengan orang baru.Beda dengan saya yang agak tertutup, cuma bisa mengagumi cowok idola dalam hati. Hahay..
Kami seperti wanita normal pada umumnya suka mencurhatkan masalah kaum adam yang membuat kami jatuh cinta *ting*
_That's what friend are for_
satu-satunya kesamaan kami, kami suka mencoba hal-hal baru dan menantang. Banyak kegilaan yang pernah kami lakukan, namun saya tidak temui lagi seseorang yang bisa diajak gila-gilaan. ''Dasar orang gila''

Icha Na-fish-a nama akrab yang dia pakai saat mengudara di radio Ebs, harus berhenti kuliah dan kembali ke Majalengka melanjutkan hidup. Kini ia sudah menikah dan dikarunia seorang putri bernama Viya.
#she is my close friend#

Tidak ada komentar: