Palembang beri aku kesan! Kata-kata itu menyeru di benakku. Karena saya ingin mengikasahkanmu lewat tanganku. Tapi, haruskah kau berkesan dahulu baru aku
menuliskannya? Hahaha..
Saya hanya mau menulis, sekalian menguji kepekaan indra penglihatanku, memutar ulang rekaman yang tersimpan dalam memory otak.Baiklah mari kita coba.
Ampera, sungai musi, songket, empek-empek, sriwijaya. Yap mereka semua adalah kebanggan Palembang, lahir di palembang dan menghuni palembang menjadi 'anak-anak' kebanggaan. Mereka menjadi penanda rupa palembang sang kota tertua di Indonesia. Yah Palembang merupakan kota tertua di Indonesia jika didasarkan pada penemuan prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya yang pernah berpusat di Palembang. Kerajaan Sriwijaya pernah berjaya di pulau sumatera. Tidak heran, kata 'sriwijaya' banyak digunakan oleh tempat-tempat penting sebagai namanya. Contoh Universitas Sriwajaya, universitas negeri terkemuka seperti universitas hasanuddin di Makassar. 'Gelora sriwijaya' gedung olah raga serba guna yang akan menjadi tempat dilaksanakannya sea games XXVII pada tahun 2011 dan menjadi markas klub sepak bola Indonesia sriwijaya fc, Kodam Sriwijaya dan masih banyak tempat lainnya yang merekatkan nama sriwijaya sebagai identitas tambahan. Salah satu tempat yang juga berembelkan sriwijaya adalah sebuah hotel, bernama hotel sriwijaya. Hotel tempat saya menginap selama dua hari. Muncul pernyataan dalam benakku, mencuat sendiri. ''pasti hotel ini (hotel sriwijaya) dulunya adalah hotel ternama dan kelas atas'' kataku. Secara pelekatan nama 'si kerajaan' pastinya tidak sembarang, lihat saja nama-nama tempat yang ku sebutkan di atas tadi adalah tempat-tempat publik yang penting di kota Palembang. Sedangkan kenyataannya hotel itu tidak tampak 'wah' hanya ada 3 tingkatan dan tampak tua dari segi bangunan dan perabotannya dari lemari sampai ac (airconditioner) yang terbuat dari lapisan kayu, ukurannya agak besar, bentuk ac tahun 80-an, tapi masih bagus
*hahaha ketahuan pilihan tempat nginapnya* saya sendiri sebenarnya suka dengan barang-barang antik, unik soalnya, hiahaha... Setelah itu ku kekatahui tanpa sengaja hotel ini memang pernah berjaya dan menjadi hotel kelas atas dahulu, namun pernah terkena bencana kebakaran beberapa tahun silam.
Lanjut, ada jembatan ampera (amanat penderitaan rakyat) di atas sungai musi, menghubungkan daratan seberang 'ilir' dan 'ulu', menjadi tempat yang tak terlewatkan ku kunjungi. Jembatan yang ramai oleh lalu lalang kendaraan dan sungai yang dipenuhi dengan rumah-rumah penduduk di sisinya, jika dari atas jembatan terlihat tepian sungai dipadati atap seng berwarna merah kecoklatan agak berkorosi. Khas palembang lainnya ada kain songket. Di mana-mana di dinding ditempeli kain songket yang dibingkai kaca, tak tahu maknanya apa, mungkin hanya sebagai simbol atau bisa jadi semua tempat sengaja di'setting' jadi galery tuk memamerkan kerajinan tenun khas Sumatera Selatan. Tak lupa ada makanan bernama empek-empek atau pempek, berbahan dasar ikan dicampur tepung atau sagu. Ikan yang biasa digunakan adalah ikan air sungai atau air tawar seperti ikan belida ikan khas sungai sumsel, ikan gabus, dan ada juga ikan air laut, ikan tenggiri. Walaupun berada di pulau lain di luar sumatera selatan namanya tetap pempek palembang.



Demikian yang bisa saya bagi. Kalau mau mengutarakan pendapat, saya menilai palembang adalah kota yang lumayan bersih, mengalami banyak kemajuan saat era kepemimpinan Megawati. Penuh tempat bersejarah utamanya berada pada pusat kota. Bangunan-bangunan seperti mesjid agung yang berkapasitas 15.000 jemaah, monumen perjuangan rakyat, Benteng Kuto Besak (kota besar), museum Sultan Mahmud Badaruddin II, jembatan ampera, letaknya saling berdekatan berada pada satu titik di pusat kota yang juga berdekatan dengan kantor pemerintahan seperti kantor walikota, kantor pos, beberapa kantor dinas, pasar Ilir 16, semuanya terletak di jantung kota palembang dan tak berjarak jauh satu sama lain, sehingga terkadang menyebabkan kemacetan pada jam-jam dan waktu tertentu.
Well... Beginilah caraku menuangkanmu. Kesan? Itu diciptakan sendiri!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar