...Dream and Action...

...dream and action...

Jumat, 08 Oktober 2010

Enjoy masih Exist


Hari ini saya kembali berjumpa dan berkumpul dengan sahabat-sahabat masa SMA ku. Sahabat-sahabat yang telah bersama semenjak kelas 1 SMA. Persahabatan kami terjalin diawali karena satu kelas selama sekolah di tingkat menengah di Kabupaten Bulukumba. SMAN 1 Bulukumba. Bersama mereka banyak kisah yang terukir. Tidak semua tentang kebahagian. Kepedihanpun menjadi tiang penyangga tegaknya persahabatan kami. Kebohongan, fitnah, kekonyolan, tantangan, amarah, sedih, terangkum dalam satu cerita. Dengan pondasi saling mencintai, mengasihi dan selalu menghapus dendam dalam hati kami masing-masing, sehingga kisah yang terbangun indah pada akhirnya.

Kami bersabat berjumlah tujuh orang. Terdiri dari Icha, Nilha, Trie, Hannah, Saya, Tuti, dan Ciu. Bersama mereka selalu saja ada tawa yang menggelegar. Dari tawa yang hadir karena cerita-cerita segar dan lucu Hana, dari kekonyolan tingkah laku Tuti (2t), atau celaan-celaan satu sama lain antara kami. Dan kami menamakan perkumpulan kami 'enjoy', yang selalu menerapkan prinsip keep enjoying setiap menghadapi masalah. "hahahah yang ada itu sok enjoy"
Semasa sekolah dulu, kami selalu berkumpul setiap rehat jam pelajaran, baik itu pergi mengisi perut ke kantin atau hanya di dalam kelas duduk mendempetkan kursi tuk sekedar berbincang alias bergosip. "hm... Asyik rasanya memperbincangkan si ini, si itu, yang di kelas sebelah, si kakak kelas ganteng, teman kelas yang menjengkelkan, atau orang-orang di luar sekolah". Di luar jam sekolah kami juga sering berkumpul. Jika jam sekolah dipersingkat karena ada kegiatan penting atau rapat, biasanya kita pergunakan untuk mengunjungi rumah salah satu antara kami. Sehingga budaya 'acara', saling mengunjungi rumah, sering kita lakoni. Istilahnya itu 'acara' atau orang-orang bugis Bulukumba bilang 'mangngacara'. "Mangngacaraki di rumahnya Tuti" artinya, kita akan mengadakan acara, biasanya makan-makan, entah itu makan gorengan, sop ubi, atau makanan dari jagung barokbo, di rumah Tuti.
Belajar kelompok di rumah, agak jarang. Sebab, saya tinggal jauh di luar Kabupaten Bulukumba. Saya tinggal di Desa tempat perkebunan karet, jaraknya kurang lebih 20 km. Kendaraan umum 'PTPT' sangat jarang. Batas operasinya hanya sampai jam 5 sore. Sangat tidak memungkinkan untuk belajar kelompok sepulang sekolah.
Yang paling membekas diingatanku adalah ketika kami melakukan hal yang tak patut dicontoh, tak baik! Bolos. Jadi anak sekolahan kurang afdol rasanya kalau tidak pernah bolos, bolos jam pelajaran tertentu, atau bolos keluar sekolah, hihih...
Saat jam istirahat satu per satu dari kami minta izin keluar sekolah sama pak satpam dengan alasan ingin beli sesuatu di toko depan sekolah. Jadilah kami cabut dari mata pelajaran terakhir Bahasa Inggris dan kabur dari sekolah tanpa bawa tas. Kami bolos keluar Kabupaten menuju ke arah Desa bernama Kalumpang. Desa yang eksotik. Berada di ketinggian, lautan biru nan luas membentang di depan mata, menghadap ke bawah ada terjal dengan hamparan pucuk-pucuk pohon berwarna hijau. Tujuan kami ke desa itu adalah untuk menjenguk pacar Hana yang sakit akibat terkena peluru nyasar pihak kepolisian saat mengamankan kericuhan di kampus UNM. "wah.. Hana pacarnya mahasiswa.."
Ingat kami tidak membawa tas. Akhirnya, mau tidak mau kami harus kembali ke sekolah dan kembali menempuh jarak 40 km.
...Ow em ji..
Sampai di sekolah, suasana agak sepi. Beberapa murid berjalan keluar pintu pagar sekolah. Tapi kami malah berlawanan arah. Kami justru masuk ke areal sekolah. Dengan mempercepat langkah kaki, takut ketahuan, kami menuju kelas. Saat berjalan di depan kantor, kami dikejutkan oleh sosok guru yang seharusnya kami tatap beberapa jam lalu. Dia guru bahasa Inggris kami, sedang duduk di depan ruang guru. Tidak.. Kami lantas menambah kecepatan langkah kami alias berlari. Untungnya guru kami itu Pak Umar hanya memandang keheranan lalu menggelengkan kepala. Masuk ke dalam kelas, kelas sudah kosong, meja-meja bersih hanya meja kami yang tampak masih berpenghuni. Tas-tas kami diam membisu menunggu kedatangan tuannya. Ckckck. Karena takut dihadang oleh pak umar, kita memutuskan pulang melewati pagar kecil di belakang sekolah yang untungnya sedang terbuka.
(Kejadian di atas saat kelas dua)

Selepas ujian semester akhir di kelas dua, saya terpaksa harus pindah sekolah ke Medan, mengikuti bapak yang dipindah tugaskan. Otomatis saya harus berpisah dengan mereka. Mereka juga harus berpisah kelas karena pembagian kelas di kelas tiga dan beda jurusan. Tapi menurut cerita mereka, mereka masih tetap sering berkumpul saat jam istirahat dan saling mengunjungi kelas. Saat di Medan, mereka pernah mengirimi saya surat beserta foto-foto liburan mereka. Intinya kami masih keep in touch.

Hanya setahun di Medan, saya kembali lagi ke Makassar karena lulus tes SPMB pada jurusan perikanan program studi sosial ekonomi. Di kota inilah (Makassar) kami melanjutkan lagi petualangan persahabatan kita, melanjutkan cerita anak Enjoy yang sempat terputus. Bersama, kami menaklukkan lautan ibu kota Sulawesi Selatan yang tak bisa terprediksi tinggi gelombangnya, dengan kapal yang berbeda tapi berjanji bertemu di pelabuhan yang sama.
Nila kuliah di akademi pariwisata, 2t dan Hannah memilih Unismuh sebagai perahunya. 2t yang suka pelajaran matematika memilih jurusan matematika, dan Hannah anak kesayangan pak Umar pastinya memilih jurusan bahasa Inggris. Sedangkan Tri ingin menjadi perawat sehingga ia masuk akademi keperawatan Famika. Saya dan Ciu berada di kampus merah (universitas hasanuddin). Ciu yang punya obsesi jadi jaksa kuliah di fakultas hukum dan saya terdampar di fakultas ilmu kelautan dan perikanan. Hey.. Icha. Icha di mana? Ternyata icha ingin tetap aman di tempat semula. Ia kuliah di STKIP Bulukumba jurusan biologi. Saya berharap dengan profesi kita masing-masing kelak, kita masih tetap dapat bersama, berkumpul, bercanda, tertawa terbahak-bahak. Saya sangat merindukan saat seperti ini, karena kami dipastikan jarang bertemu. Harus mengatur waktu terlebih dulu guna menentukan jadwal pertemuan.

Saat ini, kawan yang masih sering bertemu adalah Hannah, 2t, 3, dan kadang-kadang Ciu. Icha yang enjoy di Bulukumba terakhir bertemu dengannya medio tahun lalu saat beberapa minggu setelah melahirkan anak pertamanya dari suami yang sudah ia pacari dari SMP. Salut...! Dan Nilha kini bekerja di Pulau Selayar dan juga telah menikah di awal tahun ini.
Kami masih harus melanjutkan perjalanan hidup. Entah sampai kapan? Yang jelas kami akan terus menahkodai kapal masing-masing dengan ilmu dan agama sebagai peta agar tak tersesat.

_03102010 wif Hannah, 3, 2t_

Tidak ada komentar: