Belas kasih telah lama beranjak. Memberi tak lagi bersahabat, nyaman dalam istana enggan menyapa. Tangan kini jijik mendekapmu. Senyum berubah sinis. Jiwa berubah eksklusif.
Ya Tuhan setan apa yang merasuki ku?
Atau aku memang setan?
Setan berwujud manusia, aku jelmaan iblis.
Aku menyembunyikan dua tanduk di kepalaku di balik sehelai kain mahal.
Aku tertawa melihatmu terpanggang matahari di trotoar. Tangan-tangan mungil menadah ku tepis. Engkau kelaparan di jalanan, sementara aku dengan lahapnya makan dan memandangmu dari balik jendela kaca. Engkau meringkuk di bawah langit hitam. Aku berselimut suka.
_sedang pada titik terendah dalam hidup_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar